Home » » Berita Bookie " Mematikan Bale dan Ramsey, Mematikan Wales "

Berita Bookie " Mematikan Bale dan Ramsey, Mematikan Wales "


Sbobet ~ Pendukung Inggris dapat bernafas lebih panjang. Sempat dikhawatirkan akan tampil melempem seperti ketika melawan Rusia, Inggris akhirnya menunjukkan sesuatu yang berbeda kepada para suporternya. Bertanding melawan Wales di Stade Bollaert-Delelis, Lens, pada Kamis, 16 Juni 2016, Inggris menang 2-1 atas Wales.

Gol-gol dalam pertandingan ini dicetak oleh Jamie Vardy ('58) dan Daniel Sturridge ('90+1) bagi Inggris, sedangkan Wales hanya mencetak satu gol lewatfree kick Gareth Bale ('42). Bagi Vardy, ini adalah gol pertama baginya dalam ajang internasional resmi setelah mencetak gol perdana dalam pertandingan persahabatan melawan Jerman pada November 2015.

Dalam pertandingan kali ini, Inggris banyak sekali melakukan perubahan, utamanya pada babak kedua. Perubahan yang dilakukan Hodgson inilah yang membuat Inggris pada akhirnya mampu mengalahkan Wales, selain juga beberapa aksi di pertahanan yang mereka lakukan.

Mematikan Gareth Bale dan Aaron Ramsey, Mematikan Serangan Wales

Meski sebelum pertandingan mengatakan bahwa tidak akan mewaspadai Gareth Bale secara khusus, pada akhirnya Inggris menerapkan skema yang khusus untuk mematikan Gareth Bale. Skema yang sama juga diterapkan untuk mematikan Aaron Ramsey, yang juga memberikan pengaruh cukup besar pada pertandingan pertama.

Setiap kali Gareth Bale ataupun Aaron Ramsey memegang bola, tekanan yang konstan dan ketat langsung diberikan, sehingga kedua pemain ini tidak memiliki keleluasaan untuk bergerak masuk ke kotak penalti Inggris, ataupun berkontribusi dalam serangan. Bale dan Ramsey terkurung di tengah karena ketika mereka memegang bola, lebih dari satu pemain langsung menjaga mereka.


Gambar 1: Area gerak Ramsey dan Bale yang kerap terhenti di tengah (Sumber: Statszone)

Akibat terisolirnya Bale dan Ramsey yang menjadi poros serangan Wales, maka serangan Wales pun menjadi tersendat. Terlihat dari total shots yang Wales dapatkan hanya berjumlah delapan, dengan rincian dua on target (satu berbuah menjadi gol lewat free kick Bale), satu diblok, dan lima off target. Bandingkan dengan Inggris yang mencetak sampai 20 shots dalam pertandingan ini.

Pemain yang patut diberikan acungan jempol dalam hal memberikan tekanan yang konstan dan ketat kepada Bale dan Ramsey adalah tiga pemain di area bertahan, yaitu Gary Cahill, Chris Smalling, dan Eric Dier. Ketiganya-lah yang membuat Gareth Bale dan Aaron Ramsey tidak leluasa bergerak di lini pertahanan Inggris.


Gambar 2: Area gerak Dier, Smalling, dan Cahill yang agresif menahan Bale dan Ramsey. (sumber: Statszone)

Masuknya beberapa penyerang Wales, seperti Jonathan Williams yang rajin bergerak membuka ruang pun tidak memberikan pengaruh berarti bagi Wales. Ini semua adalah akibat dari dimatikannya motor serangan Wales, yaitu Bale dan Ramsey.

Peran Sentral Rooney Sebagai Pengalir Bola di Lini Tengah Inggris

Awalnya sempat diragukan karena tidak memiliki posisi yang pas di timnas, namun, perlahan Rooney mulai menunjukkan bahwa dirinya pun mampu berperan dengan baik di lini tengah Inggris. Kemampuan distribusi bolanya yang baik, dan juga rajinnya ia dalam membantu pertahanan dan menerima bola dari Eric Dier membuat permainan Inggris tetap lancar mengalir dari tengah sampai ke depan.

Distribusi Rooney yang baik di lini tengah pun bisa dilihat dari rataan umpannya sepanjang pertandingan. Tercatat, berdasarkan statistik dariWhoscored, Rooney mencetak total 79 umpan, dengan rincian 70 umpan akurat, enam umpan kunci, dan tiga umpan gagal. Rataan umpan Rooney pun cukup tinggi, mencapai 89%, tertinggi di antara para pemain Inggris yang bermain di lini tengah.

Bukan hanya mencatatkan umpan terbanyak di antara pemain tengah, Rooney juga menjadi pemain dengan total sentuhan dengan bola terbanyak di antara pemain Inggris yang lain, yaitu 103. Hal ini mencerminkan bahwa Rooney berkontribusi dalam serangan yang dibangun Inggris.


Gambar 3: Area gerak Rooney di lapangan, berikut sentuhan-sentuhan yang ia lakukan sepanjang pertandingan. (sumber: WhoScored)

Setidaknya, dengan menemukan peran yang pas untuk seorang Rooney seperti ini, Hodgson menjadi tidak perlu pusing-pusing dalam menentukan posisi yang pas untuk Rooney. Dengan sedikit bermain ke dalam, selain tentunya membantu seorang Eric Dier yang menjadi penjaga backfour Inggris, Rooney juga dapat berkontribusi dalam membantu serangan Inggris lewat distribusi bolanya yang baik.

Distribusi bola yang baik ini pulalah yang membuat dua fullback Inggris, yaitu Kyle Walker dan Danny Rose, seringkali mampu merangsek maju ke depan. Hal ini pulalah yang berhasil membongkar lini pertahanan Wales yang bermain rapat karena tekanan yang masuk ke lini pertahanan Wales menjadi lebih besar karena Walker dan Rose pun aktif melakukan kombinasi dengan Rooney maupun Alli yang bergerak ke kiri dan ke kanan.


Gambar 4: Area gerak Walker dan Rose di daerah sayap selama pertandingan. (sumber: Whoscored)

Perjudian Hodgson Terhadap Vardy dan Sturridge yang Berakhir dengan Keberhasilan

Selain berhasil memaksimalkan peran dari Rooney dan juga mematikan motor serangan dari Wales, keberhasilan Inggris yang lain yang membuat mereka mampu memenangkan pertandingan kali ini adalah keberanian seorang Roy Hodgson dalam melakukan perjudian. Harry Kane dan Raheem Sterling, yang dianggap sebagai biang buntunya penyerangan Inggris, ia ganti pada babak kedua.

Hodgson pun dengan berani memasukkan Jamie Vardy, striker yang pada musim 2015/2016 mencetak 24 gol bersama Leicester, dan juga Daniel Sturridge, striker lincah yang membela klub Liverpool, untuk menambah daya gedor timnas Inggris. Hasilnya? Kedua pemain ini menjadi pemain penentu yang masing-masing mencetak satu gol yang mampu membawa Inggris bangkit dari ketertinggalan 1-0 pada babak pertama.

Penyerangan Inggris menjadi lebih mantap dengan dimasukkannya seorang Marcus Rashford. Ketiga striker yang rajin membuka ruang ini membuat pertahanan Wales kocar-kacir. Mobilitas mereka berhasil menciptakan sebuah ruang di lini pertahanan Wales yang kemudian berujung menjadi gol. Total ketiga pemain ini mencetak lima tendangan ke gawang, dengan dua tendangan yang berujung menjadi gol ke gawang Wales.


Gambar 5: Grafis pergerakan Sturridge, Vardy, dan Rashford di area pertahanan Wales, berikut total tembakan yang mereka lesakkan. (sumber: Whoscored)

Berkat penampilan ketiganya yang cemerlang, salah satu diantara striker tersebut, Daniel Sturridge, mendapatkan gelar Man of the Match dalam pertandingan melawan Wales. Hodgson pun memiliki alternatif strategi jika pada pertandingan terakhir nanti menghadapi Slovakia, Kane, Sterling, dan Lallana kembali menghadapi kebuntuan.

Kesimpulan
Pada intinya, strategi sekaligus perjudian Hodgson pada pertandingan ini berjalan dengan sempurna. Strateginya dalam mematikan Bale dan Ramsey, sekaligus juga memanfaatkan kemampuan Rooney dalam mendistribusikan bola dengan baik di lini tengah, membuat permainan Inggris lebih mengalir dan dinamis.

Perjudiannya dalam memasukkan seorang Vardy, Sturridge, dan Rashford pun membuahkan hasil dengan dua buah gol balasan yang membawa kemenangan bagi The Three Lions. Sekarang, Hodgson harus mempersiapkan lagi pasukannya untuk menghadapi Slovakia dalam pertandingan terakhir. Pertandingan ini sekaligus akan menjadi pertandingan hidup mati bagi kedua tim, apakah mereka akan lolos dari Grup B, atau malah pulang terlebih dahulu dari Prancis.

Share this article :
 

© AGEN BOLA ONLINE | CASINO ONLINE | TOGEL ONLINE | TANGKAS | AGEN BOLA TERPERCAYA
| © SukaJudi88 |