Home » » Berita Bookie " Lukaku Unjuk Kemampuan, Bayar Kepercayaan "

Berita Bookie " Lukaku Unjuk Kemampuan, Bayar Kepercayaan "


Sbobet ~ Romelu Lukaku unjuk kemampuan dalam kemenangan Belgia atas Republik Irlandia lewat sepasang golnya, membuktikan dirinya tetap layak dapat kepercayaan.

Lukaku menjadi salah satu pemain yang dapat kritikan kritikan paling tajam seiring dengan start Belgia di Piala Eropa yang berujung dengan kekalahan 0-2 atas Italia di Parc Olympique Lyonnais, Lyon.

Laga ketika itu membuat penyerang klub Everton tersebut sudah tak bikin gol dalam 11 laga kompetitif beruntun untuk klub dan negara--tentu mengecualikan dua golnya di laga friendly yakni atas Portugal (kalah 1-2 di bulan Maret) dan Finlandia (seri 1-1 di awal Juni).

Performa Lukaku saat menghadapi Gli Azzurri, saking tidak mengesankannya, bahkan sempat membuat pemain 23 tahun tersebut dispekulasikan posisinya di starting XI Belgia sebelum menghadapi Republik Irlandia.

Pada prosesnya pelatih Marc Wilmots masih mempercayakan satu posisi pada Lukaku ketika menghadapi Republik Irlandia di Nouveau Stade de Bordeaux, Bordeaux, Sabtu (19/6/2016). Tapi laga itu pun awalnya tidak berjalan mulus buatnya.

Dalam catatan BBC, sepanjang 45 menit pertama Lukaku tidak membuat satu pun tembakan tepat sasaran, atau bahkan menuntaskan giringan bola yang sukses maupun membuat peluang.

Saat turun minum, ada dugaan kalau Wilmots bakal menarik Lukaku di babak kedua untuk menggantikannya dengan Divock Origi. Tapi itu tidak terjadi dan keputusan Wilmots terbukti jitu.

Baru beberapa menit laga babak kedua dimulai, Belgia menghantam lawannya lewat serangan balik cepat. Memanfaatkan operan Kevin De Bruyne, yang tampil tak kalah cemerlang, Lukaku dengan akurat mengirim bola ke dalam gawang Republik Irlandia.

Setelah itu Lukaku memperlihatkan ketenangan mantap lewat gol keduanya di menit ke-70. Lukaku baru ditarik keluar di menit ke-83, digantikan Christian Benteke. Saat itu Belgia sudah unggul 3-0, dengan satu gol lain dibuat oleh Axel Witsel di menit ke-61.

Di laga itu De Bruyne sebenarnya juga tampil menawan dengan akurasi operan 87%, 11 umpan silang, bikin 7 peluang, dan 1 assist--sebagaimana dicatat Squawka. BBC juga menyebut De Bruyne terlibat dalam 10 gol pada 10 penampilan buat Belgia (5 gol, 5 assist).

Pun begitu, Lukaku juga punya statistik tak kalah apik. Whoscoredmenyebutnya punya akurasi operan 87,5% (dari 24 operan), dan mampu mencetak 2 gol dari 2 shot on target--memperlihatkan dirinya amatlah jitu di laga itu.

Untuk urusan yang disebut terakhir itu, BBC menyatakan bahwa baru kali ini lagi ada pemain Belgia yang bikin dua gol di sebuah turnamen besar (Piala Dunia dan Piala Eropa) sejak Wilmots melakukannya melawan Meksiko di Piala Dunia 1998 (2-2).

Maka layaklah kalau Lukaku ditunjuk jadi pemain terbaik Belgia di laga itu, terlebih setelah ia akhirnya mengakhiri puasa gol di laga kompetitif--langsung sekaligus dua gol, juga membangkitkan The Red Devils dari kekalahan di laga pertama.

"Dengan Romelu Lukaku, kami ingin memberinya rasa percaya diri. Saya pikir ia pernah bikin empat gol dalam empat laga, tapi ketika ia tak oke lawan Italia, semua orang bilang seluruhnya berbeda. Saya cuma perlu menjelaskan padanya dan memastikan ia tahu saya percaya padanya. Hari ini ia melakukan apa yang saya harapkan," kata Wilmots.

Share this article :
 

© AGEN BOLA ONLINE | CASINO ONLINE | TOGEL ONLINE | TANGKAS | AGEN BOLA TERPERCAYA
| © SukaJudi88 |