Home » » Berita Bookie " Buruknya Organisasi Bertahan Turki Membuat Spanyol Istimewa "

Berita Bookie " Buruknya Organisasi Bertahan Turki Membuat Spanyol Istimewa "


Sbobet ~ Spanyol menegaskan keperkasaannya sebagai juara bertahan Piala Eropa. Kali ini mereka menunjukannya lewat kemenangan atas Turki pada laga lanjutan Grup D Piala Eropa 2016 di Stadion Allianz Riviera, Nice, Sabtu (18/6).

Spanyol berhasil mengalahkan Turki dengan skor 3-0 melalui dua gol dari Alvaro Morata pada menit ke-34 dan ke-48, serta gol Nolito pada menit ke-37. Kemenangan itu pun memastikan Spanyol lolos dari fase grup menyusul Prancis dan Italia.

Selain soal jumlah gol, permainan Spanyol terbilang lebih baik daripada laga sebelumnya. Tempo permainan skuat besutan Vicente del Bosque itu lebih cepat. Kedua serangan sayap mereka pun lebih berimbang. Sementara itu, Turki bermain hampir mirip dengan Republik Ceko yang lebih dahulu menghadapi Spanyol. Namun, beberapa ruang kosong yang diciptakan Turki membuat mereka terus dieksploitasi Spanyol.

Turki juga mengubah formasi permainanya dari 4-1-4-1 menjadi 4-3-3, sedangkan Spanyol masih menggunakan formasi 4-3-3 dengan susunan pemain yang sama seperti melawan Republik Ceko pada laga perdananya di Piala Eropa 2016.

  • Line up Spanyol VS Turki. Sumber: Fourfourtwo.
Kedua Sisi Serangan Spanyol Lebih Hidup


Serangan sayap Spanyol kali ini berbeda saat melawan Republik Ceko. Saat itu serangan Spanyol lebih dominan melalui sisi kiri saja, namun kali ini sisi kanan pun ikut hidup. Gelandang dan bek Turki lebih fokus menjaga areanya saja tanpa memerhatikan lawan. Jarak penjagaan pemain Turki kepada Spanyol pun relatif jauh.

Dari pengamatan tersebut, tujuan Turki bisa mencegat operan-operan pendek dan umpan terobosan Spanyol atas kesabarannya dari perebutan bola. Pertahanan Turki jauh lebih sabar ketimbang cara bertahan Republik Ceko. Namun sistem tersebut justru memberikan ruang besar bagi Spanyol untuk mengalirkan bola di seluruh area.

Tidak sekadar umpan-umpan pendek, Spanyol pun leluasa mengirimkan umpan panjang di lapangan tengah untuk berganti arah serangan. Hal itulah yang membuat kedua serangan sayap Spanyol lebih hidup. Dua bek tengah Spanyol, Gerard Pique dan Sergio Ramos, pun bisa naik ke setengah lapangan untuk mengalirkan bola di wilayah lawan.


Grafis umpan Gerard Pique dan Sergio Ramos. Sumber: Squawka.


Bahkan Pique yang membangun serangan dari lini belakang, ikut berandil dalam proses gol ketiga Spanyol. Tempo aliran bola Spanyol kali ini pun lebih cepat daripada laga sebelumnya. Kesebelasan berjuluk La Furia Roja ini pun menguasai penguasaan bola sebesar 59 persen.

Silva yang menjadi winger kiri pun memberi kontribusi lebih pada laga kali ini. Rataan akurasi operannya mencapai 92 persen dan menciptakan dua umpan kunci serta lima umpan silang. Ia pun sempat melepaskan lima percobaan tendangan ke gawang dan melakukan dua dribel sukses.

Turki Terlalu Fokus Meredam Sayap Spanyol

Serangan-serangan di sisi lapangan Spanyol membuat Turki hanya fokus mengatasi kedua sisi. Turki menumpuk pemainnya ke sisi pertahanan dan di dalam kotak penalti dengan garis pertahanan yang rendah. Terutama Ozan Tufan, gelandang Turki, sering turun ke sisi kanan pertahanan untuk membantu Gokhan Gonul. Sebab, kecenderungan serangan Spanyol masih mengarah ke sisi itu walau kedua sayapnya saat ini lebih berimbang. Apalagi area bertahan Gonul tidak terlalu dibantu winger kanannya, Hakan Calhanoglu. Sebab Calhanoglu lebih disiapkan untuk melancarkan serangan balik.

Sistem bertahan seperti itu memaksa gelandang bertahan Turki, Selcuk Inan, harus bekerja sendirian di depan kotak penaltinya sendiri. Apalagi, pola pertahanan dengan garis rendah membuat para gelandang Spanyol bergerak bebas di wilayah Turki. Bahkan, tidak ada yang mengawal pergerakan seorang Sergio Busquets, gelandang bertahan Spanyol.

Busquet bersama Cesc Fabregas begitu nyaman mengalirkan bola dari sisi kiri ke tengah, kemudian ke sisi kanan, begitu juga sebaliknya. Bahkan Spanyol lebih mudah melepaskan umpan-umpan dengan jarak cukup jauh karena kekosongan di wilayah Turki tersebut.


Grafis umpan jauh yang dilakukan Spanyol. Sumber: Squawka.


Kebebasan Spanyol itu juga membuat mereka selalu mendapatkan ruang besar untuk melepaskan tendangan ke arah gawang dan umpan-umpan berbahaya dari luar kotak penalti. Seluruh gol Spanyol pun diciptakan melalu umpan berbahaya dari luar kotak penalti.

Turki Terlalu Andalkan Hakan Calhanoglu
Kecenderungan Spanyol menyerang dari sisi kiri dimanfaatkan Turki sebagai sasaran serangan balik mereka. Sebab, pos pertahanan sisi kiri Spanyol sering meninggalkan kekosongan yang ditinggalkan Jodri Alba, full-back kiri Spanyol, yang aktif membantu serangan. Untuk serangan balik ke area tersebut, Turki mengandalkan Hakan Calhanoglu yang dibantu Gonul.

Turki melakukan serangan balik dengan tempo cepat memanfaatkan kekosongan yang diciptakan pertahanan garis tinggi Spanyol. Namun, serangan balik Turki acapkali sia-sia. Sebab kecepatan Calhanoglu tidak didukung pemain lainnya. Ketika menyerang, hanya ada Burak Yilmaz, Arda Turan, dan Oguzhan Ozyakup, di area sepertiga akhir lawan. Terkadang, Ozyakup pun terlambat naik membantu serangan.

Sementara Caner Erkin, full-back kanan Turki, serta Inan dan Tufan fokus menjaga area pertahanan. Hal itu membuat Turki kekurangan dukungan serangan dari sisi lain, terutama dari lini tengah. Serangan yang dilakukan Calhanoglu pun kerap sia-sia karena jarang ada pemain yang menyambut umpan atau bola liar di kotak penalti.

Maka dari itu serangan Turki lebih disibukkan dengan aksi-aksi individual yang justru membuat Turki kehilangan bola. Apalagi Spanyol punya pertahanan yang kokoh dan mampu merebut bola dengan baik. Pilihan lain buat Turki adalah melepaskan percobaan tendangan ke gawang lawan walau berakhir sia-sia.

Turan dan Yilmaz pun tidak bisa berbuat banyak karena kuatnya pertahanan Spanyol. Sebab, walau bermain dengan garis pertahanan tinggi, transisi dari menyerang ke bertahan Spanyol pun cukup baik. Kecepatan Turan bisa diatasi Juanfran, dan Yilmaz sulit menaklukan Pique maupun Ramos.

Turki pun semakin sulit membangun serangan balik karena Spanyol menerapkan pressing ketat dan terkadang agresif. Turki tidak bisa menguasai bola terlalu lama dari lini belakang karena selalu mendapatkan upaya perebutan dari pemain depan Spanyol. Tekanan itu baru dikendurkan Spanyol ketika sudah unggul tiga gol.

Kontribusi Nolito dan Tugas Berbeda Alvaro Morata
Keseimbangan serangan sayap Spanyol membuat Nolito bisa lebih sedikit menghela nafas. Sebab ketika melawan Republik Ceko ia terus-terusan diforsir membangun serangan Spanyol dari sisi kiri. Keseimbangan serangan sayap Spanyol membuatnya bisa mencari ruang gerak yang lebih banyak. Nolito beberapa kali bergerak ke tengah ketika tidak sedang menguasai bola.

Ia mencari ruang tembak yang bisa dikonversi menjadi gol. Hasilnya, ia melepaskan tiga percobaan tendangan ke gawang dan empat umpan kunci. Nolito juga sempat melepaskan empat umpan silang ke dalam kotak penalti lawan.

Kali ini pun dua winger Spanyol lebih sering mencoba untuk melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti. Sebab tugas Morata agak berbeda dengan laga sebelumnya. Kali ini Morata jarang keluar untuk membantu mengalirkan bola di lini tengah. Ia lebih bergerak di dalam kotak penalti saja.

Tapi dari tugasnya itulah Morata lebih tajam. Dua gol yang dicetaknya adalah bukti dari pemain bernomor punggung tujuh itu. Morata pun melepaskan lima percobaan tendangan ke gawang dan dua dribel sukses.

Kesimpulan

Pertahanan garis rendah Turki sebetulnya mampu meredam serangan Spanyol. Tapi banyaknya pengabaian kepada lawan menjadi bumerang tersendiri bagi mereka. Sementara itu, kinerja Spanyol dimudahkan oleh organisasi permainan Turki itu sendiri.

Hal yang perlu dilakukan Spanyol pada laga-laga berikutnya adalah tetap menjaga para pemainnya agar tetap bugar. Sebab Spanyol tetap memakai pemain yang sama pada dua laga Piala Eropa 2016 sejauh ini yang bisa saja membuyarkan konsentrasi karena stamina yang terkuras.

Share this article :
 

© AGEN BOLA ONLINE | CASINO ONLINE | TOGEL ONLINE | TANGKAS | AGEN BOLA TERPERCAYA
| © SukaJudi88 |