Home » » Claudio Ranieri Mengejar Gelar Lagi

Claudio Ranieri Mengejar Gelar Lagi



Maxbet ~ Claudio Ranieri sedang berusaha membawa Leicester City juara Premier League. Ini bukanlah kali pertama Ranieri mengejar gelar bersama timnya.

Sebagai peracik taktik, terlibat dalam persaingan titel liga bukanlah yang pertama buat Ranieri. Ia pun pernah membawa timnya juara walaupun tidak di divisi teratas; Ranieri di antaranya membawa Fiorentina juara Serie B 1993–94 dan Monaco juara Ligue 2 2012–13.

Di liga divisi teratas, Italiano 64 tahun itu lebih banyak tergelincir di akhir. Sampai-sampai predikat "Tuan Runner-up" pun harus rela disandangnya.

Saat musim ini berakhir tentu ada kemungkinan predikat itu sudah bisa ia singkirkan. Tapi ada pula peluang sebaliknya, dengan predikat itu kian lekat dengan dirinya. Tujuh laga terakhir akan menjawabnya.

Berikut rekam jejak Ranieri saat mengejar gelar di masa lalu seperti dirangkum Maxbet.


Saat itu Chelsea tertinggal empat angka dari Arsenal dengan tujuh laga tersisa, walaupun The Gunners punya keuntungan berupa satu laga lebih banyak daripada The Blues.

Akan tetapi, di sisa laga musim tersebut Chelsea justru kehilangan 12 poin akibat kekalahan dari Aston Villa dan Newcastle, dan berimbang lawan Middlesbrough, Everton, dan Manchester United, sehingga akhirnya finis 12 poin di belakang skuat 'The Invincibles' Arsenal.

Itulah musim terakhir Ranieri di Chelsea, sekaligus menjadi titik terdekat 'Si Biru' ke takhta juara--sebelum Jose Mourinho datang.

Tujuh laga terakhir: 2 menang, 3 seri, 2 kalah

Di musim tersebut Juve-nya Ranieri, yang ini depannya diperkuat tandem Alessandro Del Piero dan David Trezeguet, banyak membuang poin pada periode musim dingin sehingga ketinggalan dari Inter Milan dan AS Roma--dua tim yang kemudian juga sempat dilatih Ranieri.

Juve tertinggal 14 poin dengan tujuh laga tersisa, walaupun punya satu pertandingan lebih banyak. Bianconeri lantas menambah 14 poin dari maksimal 21 angka, walaupun tetap tidak cukup. Inter juara di bawah arahan Roberto Mancini.

Juve, bersama Roma yang finis kedua, saat itu menjadi tim tersubur Serie A dengan 72 gol. Del Piero dan Trezeguet menyumbang 41 gol di antaranya.

Tujuh laga terakhir: 4 menang, 2 seri, 1 kalah

Ranieri kembali mengejar gelar bersama Juve di musim berikutnya. Inter, kali ini di bawah arahan Mourinho, kembali menjadi saingan memperebutkan gelar juara.

Saat musim menyisakan tujuh laga terakhir, Juve masih ketinggalan 10 poin dari Inter. Usaha 'Nyonya Tua' menjaga asa mendapat hantaman setelah cuma main seri dengan Nerazzurri, sebelum menambah empat hasil imbang lain di sisa musim.

Pada akhirnya Inter pun mempertahankan gelar juara dengan keunggulan 10 poin dari Juve yang menempati posisi dua.

Tujuh laga terakhir: 2 menang, 5 seri

Untuk musim ketiga berturut-turut, Ranieri terlibat dalam persaingan Scudetto. Kali ini bersama Roma, setelah ia menggantikan Luciano Spalletti pada bulan September 2009.

Sampai dengan akhir Maret, cuma ada tiga poin yang memisahkan Inter, Roma, dan AC Milan. Di jornada 31 saat itu Roma berhasil menang 2-1 atas Inter, untuk memperkecil ketinggalan jadi satu poin saja tepat dengan sisa tujuh laga.

Milan pada prosesnya terlempar dari persaingan, membuat Inter dan Roma tinggal bersaing berdua saja. Di tujuh laga sisa, yang memberi 21 poin maksimal, Inter meraih 19 angka sedangkan Roma menambah 18 poin saja--akibat satu kekalahan dari Sampdoria.

Roma akhirnya finis kedua dengan selisih dua angka dari Inter yang lagi-lagi jadi juara.

Tujuh laga terakhir: 6 menang, 1 kalah

Ranieri datang ke Monaco pada awal musim 2012-13. Saat itu Monaco main di Ligue 2 dan misi Ranieri adalah membawa klub Prancis tersebut promosi. Ranieri sukses melakukannya di musim pertama lewat titel juara Ligue 2.

Saat Monaco kembali ke Ligue 1, Ranieri menghabiskan 140 juta poundsterling untuk mendatangkan Radamel Falcao, James Rodriguez, dan Joao Moutinho. Tapi itu belum cukup untuk menyaingi PSG.

Dengan tujuh laga tersisa, Monaco masih ketinggalan 13 poin. Jarak itu terlalu jauh kendatipun Monaco tidak terkalahkan di sisa musim dan PSG menelan dua kekalahan. Monaco finis kedua dengan selisih sembilan angka dari PSG.

Tujuh laga terakhir: 5 menang, 2 imbang.
Share this article :
 

© AGEN BOLA ONLINE | CASINO ONLINE | TOGEL ONLINE | TANGKAS | AGEN BOLA TERPERCAYA
| © SukaJudi88 |