Home » » ZINEDINE ZIDANE PELATIH REAL MADRID BERIKUT NYA

ZINEDINE ZIDANE PELATIH REAL MADRID BERIKUT NYA

Real Madrid secara mental sedang sakit. Untuk sembuh harapan besar wajib dihadirkan dan harapan itu bernama Zinedine Zidane.

5 Januari 2015, tidak lama setelah Real Madrid gagal membawa pulang tiga poin dari Mestalla media di seluruh dunia memasang headline yang sama, Rafael Benitez dipecat.
Sebagian besar loyalis Los Merengues menyambut gembira keputusan presiden Florentino Perez. Gaya manajemen Rafa gagal mengikat hati para Galacticos dan skema permainan tim jauh dari kata memuaskan.
Sebagian kecil lainnya menyayangkan keputusan tersebut yang terkesan Los Vikingos telah menekan tombol panik. Alasannya? Los Blancos tidak tertinggal jauh Barcelona dan Atletico sementara kompetisi masih panjang. Belum lagi catatan mentereng mereka di Eropa di mana tim melaju ke babak 16 besar dengan status juara grup.
Tetapi keputusan sudah diambil Real Madrid menendang keluar Rafa dan menyerahkan jabatannya untuk digeluti sang legenda, Zinedine Zidane. Keputusan tepat?
Jika ditelah lebih dalam, Zidane adalah projek jangka panjang Real Madrid untuk dijadikan pelatih kepala demi merangkai kisah indah sebuah tim besar dengan sejarah panjang dibawa menuju tangga juara oleh legenda klub. Sebuah cerita sempurna yang bakal mengalir dari mulut ke mulut diceritakan sepanjang masa andai berhasil diwujudkan.
Upaya manajemen El Real dimulai pada November 2010, Zidane diminta menjadi penasihat tim utama Real Madrid hingga sering terlibat dalam persiapan tim bersama Jose Mourinho. Delapan bulan kemudian legenda Prancis beralih fungsi menjadi direktur olahraga El Real.
Di era Carlo Ancelotti Zidane kembali berada di sisi lapangan menjadi asisten dan jadi salah satu aktor di belakang layar kesuksesan mewujudkan ambisi La Decima.
Musim panas 2014, manajemen klub mengabarkan Zidane jadi pelatih Real Madrid Castilla meski kemudian memantik laporan yang mengklaim sang legenda belum mempunyai lisensi yang dipersyaratkan.
Delapan bulan lalu, Zidane menyambar lisensi kepelatihan UEFA Pro. Namun ketika Carlo Ancelotti dibukakan pintu keluar Santiago Bernabeu, nama Zidane bukan yang disebut sebagai pengganti. Rafael Benitez, sang Madridista jadi penguasa.
Keputusan tersebut bisa dipahami tetapi setelah pemecatan Rafa, muncul kesan mantan juru taktik yang pernah mengecap sukses bersama Valencia dan Liverpool ini hanya dijadikan jembatan sebelum Zidane benar-benar siap.  
Satu atau dua musim bagi Rafa di ibu kota Spanyol bakal cukup untuk mematangkan Zidane sebagai pelatih kepala sayangnya kenyataan berbicara lain, baru setengah musim berpetualang, eksekusi pemecatan dijatuhkan. Mau tidak mau, rencana harus dipercepat dan suka atau tidak suka, ada aroma keraguan yang berhembus di balik suka cita ditunjuknya sang legenda. Di sini perjudian Real Madrid terlihat.
Jika Rafa memang ditakdirkan gagal di Bernabeu, bisa jadi Zidane sudah digariskan seperti Pep Guardiola yang meneguk kesuksesan bersama Barcelona. Ini jadi pertanyaan besar yang tidak lama lagi kita nikmati jawabannya.
Modal pengalaman kepelatihan Zidane baru seumur jagung. Hanya sedikit pelatih miskin reputasi yang punya hak istimewa seperti Zidane langsung membesut tim besar seperti Real Madrid namun hal ini bukan berarti vonis gagal bisa dijatuhkan.
Zidane dengan segala kebesarannya akan menghadirkan dampak besar di Bernabeu. Pesona yang pria berusia 43 tidak hanya membuai tribun Bernabeu tetapi menusuk ke sendi-sendi stadion hingga menciptakan harmoni di kamar ganti. Ini yang dibutuhkan, stabilitas pada sebuah tim yang dihuni sederet pemain bintang dengan ego besarnya.
Real Madrid secara mental sedang sakit. Untuk sembuh harapan besar wajib dihadirkan dan harapan itu bernama Zinedine Zidane.
Share this article :
 

© AGEN BOLA ONLINE | CASINO ONLINE | TOGEL ONLINE | TANGKAS | AGEN BOLA TERPERCAYA
| © SukaJudi88 |